Pengemplang Pajak

Memerangi Para Pengemplang Pajak

Pajak yang seharusnya menjadi sumber penerimaan Negara, saat ini telah disalah gunakan. Salah satunya pada kasus yang terjadi di PT Asian Agri, termasuk tiga perusahaan milik Grup Bakrie yang terungkap telah menggelapkan pajak hingga Rp 1,3 triliun. Kasus tersebut kembali terdengar setelah Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum (Satgas) mendatangi Vincentius Amin yang sedang menjalani hukuman di lapas,cipinang atas tuduhan pencucian uang PT Asian Agri, yang sebelumnya kasus polemik perpajakan di Asian Agri bermula dari informasi Vincentius yang diberikan ke KPK, dan Dirjen pajak juga sudah memeriksa, menyita dokumen, dan akhirnya menetapkan 12 tersangka, hingga pada pertengahan 2008, Tim Pajak menyerahkan setumpuk alat bukti kepada Kejaksaan Agung, dengan harapan pihak kejaksaan dapat menyeret pelaku ke tingkat penuntutan di pengadilan. Namun apa daya hampir tiga tahun berselang informasi penanganan skandal pajak tersebut nyaris tenggelam dan belum terselesaikan. Para pengemplang pajak belum mendapatkan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya yang telah merugikan rakyat juga Negara.

Dalam konteks hidup bermasyarakat, pengemplang pajak se-benarnya tidak layak untuk tinggal bersama. Mereka bisa digolongkan penduduk gelap yang hanya ingin menikmati fasilitas umum negara, tetapi tidak mau turut berkontribusi dalam membayar pajak. Pengemplang pajak harus menyadari bahwa penghasilan yang diperolehnya bisa terwujud karena adanya fasilitas umum yang disediakan negara. Jika tidak demikian, setiap orang tidak akan mampu menyediakan fasilitas umum untuk kebutuhan atau keperluannya sendiri.

(Sumber: Bisnis Indonesia,Oleh:Richard Burton

Alumnus Pascasarjana Hukum Ekonomi FHUI.Jakarta, bekerja di Ditjen Pajak)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: